Menerapkan Budaya Demokrasi

 

Budaya demokrasi haruslah menjadi jalan hidup Bangsa Indonesia, karena hanya dengan cara itulah demokrasi berdasarkan Pancasila dalam bidang politik, ekonomi, ataupun sosial benar-benar dapat kita jalankan.

Kita harus meyakini prinsip bahwa pada hakikitnya setiap orang itu sama harkat dan martabatnya agar mampu bertindak sesuai dengan budaya demokrasi. Dengan memegang teguh prinsip tersebut, kita menjadi lebih mampu mengendalikan diri sehingga tidak bertindak, bersikap, atau bertutur-kata secara tidak beradab. Kita pun akan lebih mampu bertenggangrasa dengan orang lain.

Dengan mengakui persamaan kedudukan orang lain, kita akan selalu memikirkan, mempertimbangkan, dan memperhatikan kepentingan orang lain pada saat menangani masalah bersama.

 

  1. 1.      Dalam hidup keluarga

Setiap anggota keluarga mempunyai kebebasan yang sama. Kebebasan ini hendaknya selalu dihormati oleh masing-masing anggota keluarga. Setiap anggota keluarga hendaknya mau menghibur dan mendukung anggota keluarga yang lain. Merek hendaknya saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan dan masalah yang ada. Dengan itu,semua anggota keluarga akan merasa betah tinggal di rumah.

 

  1. 2.      Dalam hidup bermasyarakat

Jika setiap orang mengutamakan hak-hak dan kebebasan pribadinya, niscaya ketidaktenteraman akan terjadi di masyarakat. Jika masing-masing orang hanya menonjolkan atau memikirkan kepetingan, urusan, dan kehidupan pribadinya,niscaya upaya pencapaian tujuan mewujudkan keejahteraan bersama akan terhambat.

Dalam hidup bermasyarakat,setiap manusia bertanggung jawab untuk selalu memperhatikan, mempertimbangkan, dan memikirkan kepentingan orang lain ataupun kepentingan bersama dalam segala tindakannya. Tanggung jawab setiap oranglah untuk selalu berpikir, bersikap, dan bertindak penuh budaya demokratis baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, ataupun bernegara. Denganbudaya demokratis, kemungkinan terjadinya perselisihan, konflik ataupun perpecahan diperkecil, sehingga peluang mewujudkan kesejahteraan bersama secara adilsemakin besar.

 

Dalam negara demokrasi,setiap warga negara mempunyai tanggung jawab untuk secara aktif berperan serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Partisipasi politik hendaknya dilaksanakan dengan cara-cara yang mencerminkan budaya demokratis.

Sikap dan perilaku demokratis dapat kita pelajari, kita biasakan dan perlu untuk kita kembangkan. Hal itu bisa kita mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

 

Contoh perilaku yang mencerminkan budaya demokratis :

a)      Di lingkungan keluarga

-          Bersikap terbuka pada orangtua dan anggota keluarga lain

-          Menyanpaikan pendapat atau permintaan secara baik dan sopan

-          Tidak memaksakan kehendak

-          Mencoba memahami keadaan, persoalan,atau bahkan kesulitan keluarga

b)      Di lingkungan sekolah

-          Memahami dan menghargai pendapat dan kepentingan teman

-          Melibatkan semua pihak dalam upaya memecahkan kepentingan bersama

-          Menaati peraturan disiplin sekolah

c)      Di lingkungan tempat tinggal/ masyarakat

-          Memahami dan menghrgai kepentingan teman/ tetangga

-          Melibatkan diri dalam upaya memecahkan persoalan bersama

-          Menaati peraturan lingkungan dan hukum yang berlaku

 

Dalam kegiatan organisasi, setiap pengambilan keputusan pun hendaknya dilakukan dengan menerapkan budaya demokratis. Permusyawaratan hendaknya dijalankan dengan tertib, teratur, dan menampung semua aspirasi peserta musyawarah. Di dalam musyawarah, hendakya diutamakan upaya mencapai kesepakatan, agar dapat diterima oleh semua pihak.

Pengendalian diri juga menjadi unsur penting dari budaya demokrasi. Karena itu, sama halnya dengan demokrasi, sikap mengendalikan diri diri juga harus menjadi jalan hidup, atau prinsip yang menjiwai tindakan kita dalam segala bidang kehidupan. Sikap mengendalikan diri juga dapat dipelajari, dibiasakan dan perlu untuk kita kembangkan. Kita perlu belajar secara sungguh-sungguh dan berupaya keras membiasakan diri agar selalu bersikap dan berperilaku terkendali.

 

Hal itu bisa kita mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, atau lingkungan masyarakat.

1)      Di dalam lingkungan keluarga

  1. Selalu mengingat kebutuhan anggota keluarga yang lain
  2. Enghindari perkatan yng menyakitkan hati orang tua atau anggota keluarga
  3. Mengatur kegiatan di rumah dengan tertib

2)      Di dalam lingkungan sekolah

  1. Menggunakan waktu istirahat untuk kegiatan yang positif
  2. Menghindari perkataan yang menyakitkan hati guru atau teman
  3. Tidak membuat gaduh ketika pelajaran berlangsung

3)      Di dalam lingkungan tempat tinggal/ masyarakat sekitar

  1. Bergaul dengan tetangga dan masyarakat sekitar sesuai norma lingkungan
  2. Menghindaripenggunaan perkataaan yang menyakitkan hati orang lain
  3. Tidak membuat keonaran di kampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s