VOC

Pada tahun 1598, Parlemen Belanda (Staten Generaal) mengusulkan agar semua perusahaan pelayaran membentuk sebuah kongsi dagang. Pada bulan Maret 1602, terbentuklah Perserikatan Maskapai Hindia Timur (Vereenigde Oast Indische Compagnie) biasa disingkat VOC, yang bermarkas di Amsterdam.

Hak istimewa VOC :

  1. Hak monopoli perdagangan
  2. Hak mencetak dan mengedarkan uang
  3. Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
  4. Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja
  5. Hak memiliki tentara untuk mempertahankan diri
  6. Hak mendirikan benteng
  7. Hak menyatakan perang dan damai
  8. Hak mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat

Selain hak istimewanya,VOC juga mempunyai kewajiban khusus terhadap Pemerintah Belanda, yaitu VOC wajib melaporkan hasil keuntungan dagangannya kepada Staten Generaal atau Parlemen belanda dan membantu Pemerintah Belanda dalam kondisi perang.

Pada tahun 1618, Pangeran Jayakarta diserang oleh Kerajaan Banten. Kerajaan Banten dibantu oleh Inggris. Pada tanggal 30 Mei 1619, Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen mengirimkan 17 buah kapal untuk menyerang dan memukul mundur pasukan Banten. Pasukan Kerajaan Banten berhasil dikalahkan. Jan Pieterzoon Coen kemudian membangu kembali Kota Jayakarta dan memberinya nama Batavia. Kota Batavia dijadikan pusat perdagangan dan kekuasaan Belanda di Indonesia. Sejak saat itu, Kota Batavia resmi menjadi markas besar VOC di Indonesia.

Keberadaan VOC hanya dapat bertahan sekitar satu abad. Banyak faktor yang menyebabkan, yang pada akhirnya pada tahun 1799 VOC dibubarkan. Kemunduran VOC antara lain :

ü  Banyak korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC

ü  Anggaran pegawai terlalu besar akibat semakin luasnya kekuasaan VOC

ü  Biaya perang untuk memadamkan perlawanan rakyat sangat besar

ü  Persaingan kongsi dagang bangsa lain, seperti kongsi dagang Portugis (Compagnie de Indies), dan kongsi dagang Inggris (East Indian company)

ü  Utang VOC yang sangat besar

ü  Pemberian deviden kepada pemegang saham walaupun usahanya mengalami kemunduran

ü  Berkembangnya paham liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak sesuai lagi untuk diteruskan

ü  Pendudukan Prancis terhadap Negeri Belanda pada tahun 1795. Perancis mempunyai musuh utama Inggris yang berada di India dan meluaskan jajahannya ke Asia Tenggara. Badan seperti VOC tidak dapat diharapkan terlalu banyak dalam menghadapi Inggris sehingga VOC harus dibubarkan.

Setelah VOC dibubarkan, segala tanggung jawab VOC diambil alih oleh Kerajaan Belanda dan terbentuknya Pemerintahan Hindia Belanda (Nederlands indies). Pengambilalihan kekuasaan ini dimaksudkan agar wilayah Indonesia tetap berada dalam pengendalian Belanda. Dalam perkembangannya, Raja Louis Napoleon Bonaparte yang bertanggung jawab atas wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda, menunjuk Herman Williem Daendels sebagai Gubernur Jendral di Indonesia.

Herman Williem Daendels menjadi Gubernur Jendral Belanda di Indonesia dari tahun 1808 hingga 1811. Selama pemerintahannya, cukup banyak kebijakan penting yang dilakukan Daendels. Perhatian utama Daendels ditujukan pada bidang pertahanan. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris yang ketika itu sedang berperang melawan Prancis.

Kebijakan Daendels yang lain adalah membangun jalan utama yang mengubungkan kota-kota disepanjang Pantai Utara Jawa. Jalan tersebut membentang dari Kota Anyer di Jawa Barat hingga Panarukan di Jawa Timur. Pembentukan jalan ini menggunakan tenaga rakyat Indonesia melalui sistem kerja paksa yang disebut kerja rodi.

Selama memerintah di Indonesia, Daendels berusaha menanamkan kekuasaannya di kerajaan-kerajaan lokal di Indonesia. Ia berusaha mengubah tatacara lama yang ada dalam tradisi kerajaan-kerajaan di Indonesia. Akibat tindakannya ini, Daendelsharus terlibat konflik dengan sejumlah penguasa lokal Indonesia, seperti Sultan Banten dan Sultan Hamengkubuwono I dari Yogyakarta. Daendels juga menjual tanah rakyat kepada para pengusaha swasta asing dari Belanda, Arab, dan Cina. Tindakan otoriter Daendels ini membuat Raja Louis Napoleon Bonaparte memanggilnya kembali ke Belanda. Ia digantikan oleh gubernur Jendral Jansens.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s